Astronom Hitung Ulang Usia Alam Semesta

Astronom Hitung Ulang Usia Alam Semesta

Astronom Hitung Ulang Usia Alam Semesta

Astronom laksanakan perhitungan umur alam semesta. Berdasarkan perhitungan terkini, umur semesta sudah mencapai 13,77 miliar tahun, dengan kurang lebih 40 juta tahun.
FS88BET
Perhitungan itu dipimpin oleh Universitas Cornell di Amerika Serikat yang gunakan data Atacama Cosmology Telescope (ACT) yang berada di Chile. ACT dimiiki oleh National Science Foundation.

Hasil perhitungan Universitas Cornell tidak terlampau berlainan berasal dari perhitungan pada mulanya yang ditunaikan Planck Collaboration dan European Space Agency pada 2019. Saat itu, umur alam semesta diperkirakan mencapai 13,8 miliar.

“Sekarang kami sudah mencapai sebuah jawaban yang disetujui Planck dan ACT,” ujar astronom Simone Aola berasal dari Flatiron Institute di New York City, layaknya dilansir Space.com, Minggu (10/1/2021).

ACT mengukur sinar tertua di alam semesta untuk memahami umur semesta. Cahaya tertua itu terhitung disebut cosmic microwave background (CMB).

Penelitian itu diterbitkan dalam makalah berjudul The Atacama Cosmology Telescope: a measurement of the Cosmic Microwave Background power spectra at 98 plus 150 GHz. Penulisannya dipimpin oleh ilmuwan Universitas Cornell, Steve Choi.

Menentukan umur alam semesta dapat menolong ilmuwan dapat lebih memahami seberapa cepat ekspansi alam semesta. Hal itu disebut konstanta Hubble.

Hasil perhitungan konstanta Hubble antara ACT dan Planc terhitung tidak terlampau berbeda.

Steve Choi yang meneliti di Cornell Center for Astrophysics plus Planetary Sicence berkata hasil temuan ini menambahkan ilmuwan keyakinan diri dalam pengukuran sinar tertua di alam semesta.

Astronom China melaporkan sudah menemukan ratusan bintang dengan kecepatan super di angkasa. Temuan selanjutnya baru-baru ini diterbitkan di Astrophysical Journal Supplement Series.

Laporan Xinhua News, yang dikutip Senin 28 Desember 2020, mengatakan tim peneliti China berhasil menemukan 591 bintang berkecepatan tinggi berdasarkan data berasal dari Large Sky Area Multi-Object Fiber Spectroscopic Telescope (LAMOST) dan satelit Gaia punya Badan Antariksa Eropa.

Bintang-bintang berkecepatan tinggi selanjutnya merupakan bintang yang bergerak dengan luar biasa cepat, relatif dibandingkan bintang lainnya, dan di suatu titik, dapat meninggalkan galaksi mereka.

Dari 591 bintang yang baru ditemukan tersebut, 43 di antaranya dapat melepas diri berasal dari tarikan gravitasi galaksi Bimasakti di masa depan dan masuk ke area antargalaksi.

“Temuan baru kali ini melipatgandakan jumlah bintang berkecepatan tinggi yang sudah diketahui,” ujar Li Yinbi berasal dari Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan China (National Astronomical Observatories of the Chinese Academy of Sciences/NAOC), ketua peneliti dalam penelitian tersebut.